Informasi Pembiayaan Syariah

NOPERTANYAANJAWABAN
1Apa itu pembiayaan?Pembiayaan adalah penyediaan dana dan atau tagihan yang dipersamakan dengan itu.
2Apa perbedaan pembiayaan syariah dengan kredit pada bank konvensional?

Dalam pelaksanaannya kegiatan pembiayaan di bank syariah didasarkan pada prinsip-prinsip syariah yang mengindari Maisyir, Gharar, Riba dan hal-hal lainnya yang dilarang dalam prinsip  syariah.

Selain itu, pembiayaan syariah menggunakan prinsip bagi hasil baik itu kondisi usaha yang dibiayai untung maupun rugi sesuai dengan nisbah yang disepakati.

Sedangkan pada kredit konvensional lebih mengarah pada profit oriented.  Selain itu pada bank konvensional, pembeli haruskan untuk mengembalikan dana yang dipinjam ditambahkan dengan bunga, penambahan bunga inilah yang dalam prinsip syariah disebut Riba.

Berbeda dengan pembiayaan syariah dimana Bank dan nasabah pembiayaan akan bersepakat berapa margin keuntungan (untuk Pembiayaan Murabahah).  Secara umum, perbedaan antara pembiayaan syariah dengan kredit konvensional terletak pada penggunaan akad dan adanya kesepakatan yang didasarkan pada transparansi.

3Jenis pembiayaan apa saja yang ada?

Secara umum, pembiayaan di Bank Sinarmas Syariah terbagi berdasarkan tujuannya yaitu:

  1. Modal kerja, pembiayaan modal kerja ini bertujuan untuk membantu nasabah memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan operasional bisnis/ usahanya. Misalnya seperti pembelian persediaan, bahan baku dan lain-lain.
  2. Konsumsi, pembiayaan konsumsi bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan nasabah baik perorangan maupun badan usaha yang kaitannya dengan kebutuhan konsumtif. Misalnya seperti pembiayaan kepemilikan rumah, mobil, kendaraan dan lain sebagainya.
  3. Investasi, pembiayaan investasi bertujuan untuk membantu nasabah dalam melakukan perluasan atau peningkatan usahanya.  Misalnya seperti penembahan mesin, perluasan tempat usaha, dan lain-lain.
4Dari segi apa prinsip syariah tersebut dijalankan?Penggunaan prinsip syariah pada pembiayaan terletak pada penggunakaan akad, dimana setiap akad memiliki spesifikasi tujuan dan mekanisme kerjanya masing-masing.
5Akad apa saja yang ada pada pembiayaan di Bank Sinarmas Syariah?

Terdapat beberapa akad yang ada di Bank Sinarmas Syariah, yaitu:

  1. Mudharabah
  2. Murabahah
  3. Ijarah / IMBT
  4. Qardh.
6Apa itu akad Mudharabah?Akad Mudharabah adalah transaksi penanaman dana dari pemilik dana (dalam hal ini Bank yang kemudian disebut sebagai Shahibul Mal) kepada pengelola dana (yaitu nasabah yang kemudian disebut sebagai Mudharib).  Dalam Akad Mudharabah, menggunakan sistem bagi hasil usaha sesuai dengan nisbah kesepakatan.
7Apa itu Akad Murabahah?Akad Murabahah adalah pembiayaan jual-beli dengan fasilitas penangguhan. Dimana bank memberikan fasilitas pembiayaan kepada nasabah dengan cara membeli objek yang akan diperjual-belikan dari pemasok, kemudian Bank berjanji untuk menjualnya kepada nasabah, dan nasabah berjanji untuk membelinya sebesar harga jual + margin.
8Apa itu Akad Ijaran/ IMBT?

Transaksi sewa menyewa atas suatu barang dan/atau jasa antara pemilik objek sewa termasuk kepemilikan hak pakai atas objek sewa dengan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas objek sewa yang disewakan.

Untuk akad Ijaran ini terdapat turunannya dimana objek sewa nantinya akan menjadi milik nasabah (dihibahkan ke nasabah) setelah selesainya masa sewa, produk turunan ini dinamakan IMBT.

Selain IMBT, terdapat pula Ijarah Multijasa dimana dalam prakteknya di Bank Sinarmas Syariah diaplikasikan melalui produk jasa antara lain seperti:

  1. Pendidikan
  2. Kesehatan
  3. Ibadah
  4. Pernikahan.

9Apa itu Akad Qardh?

Qardh adalah transaksi pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan kewajiban pihak peminjam mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu.

Akad Qardh ini pada Bank Sinarmas Syariah digunakan untuk transaksi take over, dari bank konvensional maupun bank lain.

10Bagaimana mekanisme akad Mudharabah?

  1. Bank bertindak sebagai Shahibul Mal dan Nasabah sebagai Mudharib.
  2. Bank memiliki hak dalam pengawasan dan pembinaan, sedangkan nasabah bertanggungjawab dalam pengelolaan usaha.
  3. Bagi hasil dinyatakan dalam nisbah yang telah disepakati.
  4. Pengembalian pembiayaan atas pembiayaan Mudharabah dilakukan secara angsuran atau sekaligus pada akhir periode.
  5. Pembagian hasil usaha dilakukan atas dasar laporan hasil usaha Mudharib.
11Bagaimana mekanisme akad Murabahah?

  1. Bank memastikan apakah objek yang akan diperjual-belikan sudah dimiliki oleh bank.
  2. Jika objek belum dimiliki oleh bank, maka sebelum Akad Murabahah dilakukan harus terlebih dahulu dilakukan akad Wakalah.
  3. Pengembalian pembiayaan dilakukan secara angsuran tiap bulannya yang terdiri dari margin dan pokok angsuran.
  4. Dalam hal ini bank memperoleh keuntungan berupa margin.
12Bagaimana mekanisme akad Ijarah?

  1. Nasabah dan produsen melakukan negosiasi penyediaan jasa.
  2. Nasabah mengajukan pembiayaan ke bank.
  3. Bank melakukan konfirmasi ke produsen.
  4. Nasabah dan bank melakukan pengikatan akad Ijarah.
  5. Bank melakukan pencairan kepada nasabah.
  6. Nasabah melakukan cicilan kepada bank.
13Bagaimana mekanisme Akad Qardh?

  1. Bank sebagai penyedia dana membeikan pinjaman Qardh kepada nasabah.
  2. Bank dilarang untuk meminta pengembalian melebihi jumlah nominal sesuai akad.
  3. Bank dilarang membebankan biaya apapun kecuali administrasi dalam batas wajar.
14Apa keunggulan pembiayaan syariah dibandingkan kredit pada umumnya?

  1. Nominal (biaya) angsuran yang tetap tiap bulannya ( Untuk pembiayaan Murabahah).
  2. Tidak terdapat pinalti untuk pelunasan dipercepat, bahkan nasabah dimungkinkan untuk mendapatkan potongan harga atas pelunasan dipercepat tersebut (nominal tidak diperjanjikan di awal).
  3. Apabila terdapat diskon dari supplier awal pada saat setelah dilakukannya akad Murabahah maka nominal potongan harga tersebut menjadi hak sama rata antara Bank dan nasabah pembiayaan.
  4. Proses perjanjian dilakukan berdasarkan prinsip syariah yang diawasi oleh DPS dan DSN.

 

 

BANNER-BAWAH-FIX1